Hujan
Musim berangsur berganti.
Langit sore yang dahulu biasa terik kini menjadi mendung.
Kemarin, aku yang jadi saksinya, dimana langit sore itu menjadi begitu menakutkan, gelap, sepi, pintu-pintu ditutup dan gemuruh mulai terdengar.
Gemuruh tak terdengar di dalam sunyinya otakku pun berbunyi.
Hari itu hari sabtu pukul 3 sore. Ada raga di luar sana yang kutanyai nasibnya. Karena hujan hendak datang, dan kuyakini raga itu masih di bawah langit bukan atap.
Berhentilah sejenak, ungkapku seakan bercakap dengan raga itu.
Iya, berhentilah sejenak. Siapkan amunisimu untuk lanjutkan hari bersama merah yang tak kau lepas itu menemani langit yang menangis karena yang lain termasuk aku hanya berdiam di rumah, tak menjemput mimpi.
Berhentilah sejenak, menyiapkan amunisimu.
Menyambut hujan.
Melanjutkan hari.
Menjemput mimpi.
Ungkapku seakan bercakap dengannya.
Labels: Ngomongin Orang ++

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home