Minggu, 30 November 2025
2025 dengan semua hal yang terjadi, menghancurkan gue sebagai orang.
Sejak akhir Oktober 2025 gue dalam situasi transisi, kembali menemukan sisi manusia gue lagi, setelah sekian lama menjadi mutan. Tapi sejak waktu tersebut, gue mencari-cari hidup, tak jarang berakhir goyang, gemetar.
Seminggu belakangan, sesuatu hal yang sangat baru di diri gue, tumbuh: suicidal thoughts. Seumur hidup sebelumnya gue ga pernah merasakan rasa ingin pergi, ga pernah sama sekali. Namun, minggu ini, tiba-tiba ia ada. Dan ternyata ia bisa sangat sederhana, sesederhana aku hanya ingin semuanya berhenti.
Dan dalam perjalanan menghalau itu semua….. dikotomi kontrol membantu.. sesuai yang waktu lalu Lucas ajarkan di kelas Gender, Law and Justice. Pada akhirnya semua hal ada dalam bantul spektrum, keseimbangan ada di titik tengah, ada itu queer, tidak biner.
Dikotomi kontrol: kita bisa mengkontrol hal yang bisa kita kontrol, tapi jelas tidak bisa yang tidak kita bisa kontrol. Sudah Maidina, sudah, kami sudah cukup berusaha.
Terus aku sore ini nyetir sendiri, mempertanyakan kenapa aku kehilangan diri aku dan joy aku melakukan hal-hal yang selama ini aku suka suka sekali! Beberapa waktu lalu banyak orang sampaikan kalau aku harus punya hobi, dan kehidupan lain. Aku bingung, karena aku terlalu suka hal yang aku lakukan, beberapa lama aku kebingungan soal ini. Karena ujung2an aku selalu suka bacaan dan tontotan yang aku suka. Aku bingung.
Lalu tadi pas aku nyetir, Bu Elly Kent datang: tahun lalu, saat aku postgraduate workshop ada anak PhD tanya bagaimana menghalau stres “katanya kita harus punya hobby?” Terus Bu Elly jawab “wow some of us are doing this as hobby, I dont know the answer”
Lalu kata-kata ini berdampak besar sore ini: aku memang hobby melakukan ini, aku memang sesuka itu, tapi ya sudah saat ini aku lelah, ada juga elemen yang aku tak suka bbrp, karena kesukaan ku sudah ku kontaminasi dengan ego dan amarah, jadi elemen hobby nya menipis.
Ini serasa di-puk-puk: gak apa kamu emang suka ini, tapi jangan dipakai egonya, kamu pun ga suka kan.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home